“Program MANTRA Bali menunjukkan bahwa penataan manajemen produksi, penguatan disiplin kerja, serta kolaborasi antara manajemen dan pekerja dapat mendorong peningkatan produktivitas IKM,” ujarnya.
Sebanyak empat IKM terpilih mengikuti program tersebut, yakni Geokraft di Kota Denpasar, Amod Bali dan Jaya Dewata di Kabupaten Gianyar, serta TB Shop di Kabupaten Badung. Masing-masing peserta melakukan perbaikan bertahap sesuai kondisi awal usaha untuk memperkuat fondasi manajemen operasional.
Baca Juga:
Berhasil Dibina, IKM Furnitur Jogja Tembus Pasar Eropa
Geokraft memperkuat pengendalian produksi melalui penerapan papan monitoring pesanan dan penataan pengarsipan pola, sementara Amod Bali membangun sistem pemantauan progres produksi berbasis timeline yang transparan. Jaya Dewata mulai menerapkan aspek keselamatan dan keteraturan kerja, sedangkan TB Shop menata dan melabeli area kerja guna memperjelas alur produksi.
Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja.
“MANTRA Bali mendorong IKM untuk membangun manajemen yang lebih tertata, kolaboratif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan produktivitas dan daya saing,” ujarnya.
Baca Juga:
Kemenperin Fasilitasi Delapan IKM Tampil di Inacraft 2026, Dorong Ekspansi Pasar Kerajinan Nasional
Demikian dilansir dari laman kemenperingoid, Sabtu (10/1/2026).
[Redaktur: JP Sianturi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.