Lebih lanjut, Faisol menegaskan bahwa industri keramik memiliki peran penting dalam mendukung sektor riil, terutama properti dan konstruksi. Menurutnya, peningkatan pembangunan infrastruktur, perumahan, dan kawasan industri akan berdampak langsung terhadap kenaikan permintaan produk keramik nasional.
Di sisi lain, industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan tumbuh 5,04 persen pada Triwulan I 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,55 persen.
Baca Juga:
Kemenperin dan Pemkab Pinrang Perpanjang Kerja Sama, Perkuat Daya Saing Industri Daerah
Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga menjadi yang terbesar, yakni mencapai 19,07 persen atau senilai Rp1.179,62 triliun.
Selain itu, sektor industri pengolahan mencatat realisasi investasi sebesar Rp182,04 triliun atau setara 36,49 persen dari total investasi nasional. Sektor ini juga menyerap 20,04 juta tenaga kerja hingga Februari 2026 serta mendominasi ekspor nasional dengan kontribusi mencapai 82,25 persen atau senilai 54,98 miliar dollar AS sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Faisol menambahkan, sejumlah indikator industri turut menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Mei 2026 kembali berada di level ekspansif sebesar 50,0. Sementara itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) meningkat menjadi 53,56.
Baca Juga:
Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Olahraga Nasional, Dorong Produk Lokal Kuasai Pasar Domestik dan Ekspor
"Ini mencerminkan aktivitas industri yang terus bergerak positif dan optimisme pelaku usaha yang semakin kuat," tutup Faisol.
Sumber: Kemenperin
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.