WahanaNews.co, Jakarta - Pemerintah menilai penguatan industri kosmetik nasional perlu dibarengi dengan pembangunan ekosistem ekspor yang menyeluruh agar mampu bersaing di pasar internasional. Ekosistem tersebut mencakup aspek pembiayaan, logistik, standardisasi, pemasaran, hingga pengembangan merek produk kosmetik Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan penguatan ekosistem menjadi faktor penting dalam mendukung kapasitas produksi sekaligus melahirkan eksportir kosmetik baru yang mampu bersaing secara global.
Baca Juga:
Kemendag Resmikan Layanan Tera SPKLU, Pastikan Konsumen Kendaraan Listrik Tak Dirugikan
Hal tersebut disampaikan saat membuka lokakarya bertajuk “Elevating Indonesian Cosmetics to the Global Stage” di Jakarta, Senin (25/5/2026). Kegiatan yang digelar secara hybrid bersama Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia atau Perkosmi itu berlangsung pada 25–26 Mei 2026 dan diikuti lebih dari 300 peserta.
“Target pertama lokakarya ini adalah membangun ekosistem. Hari ini hadir berbagai pihak mulai dari pembiayaan, produksi, informasi, pemberdayaan, hingga logistik. Tahap pertama ini akan terus kita lanjutkan dan evaluasi agar dapat melahirkan eksportir baru yang sukses,” ujar Puntodewi.
Ia menjelaskan, sektor kecantikan dan perawatan Indonesia menunjukkan tren ekspor yang terus meningkat dan bahkan tumbuh melampaui rata-rata pertumbuhan pasar global. Pada 2025, nilai ekspor sektor tersebut mencapai 2,05 miliar dollar AS atau tumbuh 16,19 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga:
Atdag RI Canberra Dorong Mahasiswa Indonesia di Australia Jadi Eksportir Masa Depan
Sementara itu, produk kosmetik Indonesia menyumbang pangsa sebesar 8,4 persen dengan nilai ekspor mencapai 172 juta dollar AS atau meningkat 11,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut dinilai melampaui pertumbuhan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang berada di level 3,58 persen.
Menurut Puntodewi, capaian tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi kosmetik nasional di pasar dunia. Terlebih, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar serta kekayaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik berbahan alami.
Ia menilai kekayaan budaya Indonesia seperti jamu dan lulur tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kosmetik modern bernilai tambah tinggi.