WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung peningkatan ekspor industri ban nasional melalui perluasan akses pasar dan penguatan kerja sama perdagangan internasional.
Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21/7).
Pertemuan membahas strategi peningkatan ekspor produk ban, penguatan investasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi industri dalam menjaga daya saing di pasar global.
Baca Juga:
Kemendag Terima 1.911 Layanan Konsumen, Aduan Elektronik dan Kendaraan Paling Dominan
Menteri Perdagangan yang akrab disapa Mendag Busan mengatakan, Kementerian Perdagangan terus membuka peluang pasar baru melalui berbagai perjanjian perdagangan yang telah maupun sedang dinegosiasikan.
"Kami berkomitmen memfasilitasi perluasan pasar ekspor produk Indonesia, termasuk ban Bridgestone, melalui berbagai perundingan perdagangan. Kami juga mendorong partisipasi produk-produk nasional dalam promosi dagang internasional dan business matching dengan calon pembeli potensial melalui perwakilan perdagangan di luar negeri," ujar Budi Santoso usai pertemuan.
Menurut dia, Indonesia saat ini telah memiliki 20 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan, 15 perjanjian dalam proses ratifikasi, dan 11 perjanjian yang masih dalam tahap negosiasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Baca Juga:
Kemendag Buka Seleksi Peserta Saudi Fashion & Tex Expo 2026, Pelaku Usaha Diajak Perluas Pasar Ekspor
Budi juga mengajak pelaku usaha untuk terus membangun komunikasi dengan pemerintah apabila menghadapi kendala dalam kegiatan ekspor maupun investasi.
"Semakin banyak perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia, semakin besar pula peluang pasar bagi produk nasional," katanya.
Selain memperluas akses pasar, Kemendag juga terus meningkatkan kemudahan layanan ekspor, antara lain melalui otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) untuk negara-negara mitra perjanjian perdagangan sehingga proses ekspor menjadi lebih efisien.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam memperluas akses pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan.
Saat ini, Bridgestone Indonesia mengekspor produknya ke sekitar 70 negara dengan Australia, Jepang, dan Malaysia sebagai pasar utama.
Meski demikian, Mukiat mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi perusahaan. Salah satunya adalah keterbatasan pasokan karet alam dalam negeri akibat menurunnya produksi nasional sehingga perusahaan masih harus mengimpor sebagian bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Selain itu, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib terhadap sejumlah komponen yang belum diproduksi di dalam negeri dinilai berpotensi memengaruhi kelancaran proses produksi.
Di pasar ekspor, Bridgestone Indonesia juga menghadapi tantangan akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) di Uni Eropa. Karena itu, perusahaan berharap penyelesaian IEU-CEPA dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia, termasuk melalui penurunan tarif bea masuk.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Budi memastikan Kemendag akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membantu mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi industri ban, termasuk dalam upaya memperluas akses pasar ekspor.
Bridgestone Indonesia telah beroperasi sejak 1973 dengan fasilitas produksi di Bekasi dan Karawang, Jawa Barat. Perusahaan juga mengusung komitmen keberlanjutan melalui program Bridgestone E8 Commitment yang berfokus pada delapan nilai, yakni Energy, Ecology, Efficiency, Extension, Economy, Emotion, Ease, dan Empowerment.
Selain itu, perusahaan tengah mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas Authorized Economic Operator (AEO) guna meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing ekspor ke berbagai negara tujuan.
[Redaktur: Jupriadi]