Faisol menilai, optimalisasi pasar dalam negeri menjadi strategi penting di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.
"Penguatan pasar dalam negeri tidak hanya memberikan ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan ketahanan industri nasional melalui optimalisasi kapasitas produksi dan rantai pasok domestik," katanya.
Baca Juga:
Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Halal, Permintaan Global Diproyeksikan Tembus USD 3,56 Triliun pada 2029
Mengusung tema "Pakai Lokal, Tampil Total, Prestasi Maksimal", INASTEF 2026 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penggunaan produk peralatan sekolah buatan Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.
Selain mendukung proses belajar mengajar melalui produk yang berkualitas, penggunaan produk lokal juga dinilai mampu mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat struktur industri manufaktur nasional.
Produk-produk yang dipamerkan juga menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam menghasilkan barang yang berkualitas, aman digunakan, dan memiliki desain yang semakin kompetitif. Sebagian besar produk bahkan memiliki tingkat kandungan lokal yang tinggi sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Baca Juga:
Kemenperin Perkuat Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Pengembangan Sentra IKM di Manggarai Timur
Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan penyelenggaraan INASTEF bertepatan dengan periode masyarakat mempersiapkan kebutuhan sekolah. Momentum tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih produk lokal.
Menurut Reni, pameran ini juga menjadi ruang yang mempertemukan pelaku industri dengan konsumen secara langsung sehingga membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat ekosistem industri peralatan sekolah nasional.
Ia menambahkan, penguatan industri peralatan sekolah merupakan bagian dari komitmen Kementerian Perindustrian dalam meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah melalui promosi, perluasan akses pasar, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan inovasi.