Sejak dikembangkan, PFF Bali telah melaksanakan berbagai program pengembangan kapasitas dan pelatihan berbasis minyak atsiri. Salah satu program strategis yang telah dijalankan ialah pelatihan sertifikasi peracikan minyak spa berbasis minyak atsiri bagi 40 pekerja migran Indonesia bekerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Program tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi tenaga kerja sektor spa dan wellness internasional, termasuk untuk penempatan kerja ke Maldives.
Baca Juga:
Kemenperin Perkuat Kerja Sama Industri dengan Rusia, Indonesia Jadi Partner Country INNOPROM 2026
Selain itu, PFF Bali juga telah menyelenggarakan pelatihan nonsertifikasi peracikan aromaterapi atsiri bagi internal BDI Denpasar dan masyarakat umum, mini class “Create Your Scent” bersama Spa Factory Bali, serta penyusunan kurikulum peracikan parfum berbahan minyak atsiri.
Pada 2026, pengembangan PFF Bali akan terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan berbasis praktik guna mendukung pengembangan industri hilir minyak atsiri dan ekonomi kreatif masyarakat.
Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan ialah pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi produk sabun hasil kerja sama BDI Denpasar dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana pada 13 Maret 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 22 orang.
Baca Juga:
Kemenperin Perkuat Industri Bambu Nasional Lewat Akademi Komunitas Bambu
Selanjutnya, PFF Bali dijadwalkan menggelar Pelatihan Peracikan Parfum pada 29 Mei 2026 sebagai bagian dari pengembangan kompetensi industri fragrance berbasis minyak atsiri. Kemudian, akan diselenggarakan Pelatihan Pembuatan Sabun dan Lilin Aromaterapi pada 29 Juni 2026 serta Pelatihan Pembuatan Dupa Aromaterapi pada 7 Agustus 2026.
Putu menambahkan, pengembangan industri flavor dan fragrance nasional membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha agar tercipta rantai nilai industri yang berkelanjutan.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan produk flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam di tingkat global. Karena itu, penguatan hilirisasi dan pengembangan SDM industri harus terus dipercepat,” pungkasnya.