Berdasarkan keterangan resmi Apple, kehadiran institut pertama di Indonesia akan membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan tingkat lanjut di bidang pengkodean, desain, pemasaran, hingga teknologi mutakhir seperti pengembangan gim, kecerdasan buatan, dan development operations. Seluruh akademi dan institut ini ditargetkan mampu menjangkau hampir 1.000 pelajar setiap tahun mulai 2026.
Vice President of Worldwide Developer Relations Susan Prescott menyatakan bahwa Indonesia memiliki komunitas pengembang yang dinamis dan kreatif. Oleh karena itu, Apple berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengembangan talenta lokal melalui pendidikan dan inovasi. Menteri Perindustrian juga mengapresiasi kualitas peserta program yang dinilai sangat kompetitif.
Baca Juga:
Kemenperin Percepat Transformasi Industri Menuju NZE 2050, Sektor Semen Jadi Fokus
Menurutnya, salah satu keunggulan ekosistem pendidikan Apple adalah kesinambungan pembinaan, di mana lulusan akademi dapat melanjutkan ke jenjang institut dengan spesialisasi yang lebih sesuai kebutuhan industri.
Ia menegaskan bahwa para alumni program tersebut merupakan aset penting bagi perkembangan industri digital nasional.
“Pemerintah meyakini lulusan Apple Developer Academy maupun Apple Developer Institute memiliki nilai tambah yang kuat dan berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan industri digital Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga:
Kemenperin Siap Tingkatkan Daya Saing Hilirisasi Industri Agro Nasional di Pasar Global
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dipamerkan berbagai inovasi karya anak bangsa, mulai dari solusi manajemen energi, kecerdasan buatan untuk UMKM, hingga pengembangan gim digital. Inovasi-inovasi ini mencerminkan besarnya potensi talenta Indonesia dalam menciptakan solusi yang adaptif dan berdaya saing global.
Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, penguatan sektor telepon seluler dan komputer tablet nasional serta pengembangan ekosistem inovasi digital diharapkan dapat terus ditingkatkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.