WahanaNews.co, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun sebanyak 105 unit jembatan gantung pada Tahun Anggaran 2026. Pembangunan tersebut tersebar di 25 provinsi dan ditujukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan dan daerah dengan keterbatasan akses akibat kondisi geografis.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Fokus pembangunan diarahkan pada wilayah-wilayah dengan tantangan geografis, seperti daerah yang terpisah oleh sungai, jurang, maupun kawasan perbukitan.
Baca Juga:
Menteri PU Lantik 2 Pejabat Tinggi Pratama dan 1 Staf Khusus
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan bahwa jembatan gantung menjadi solusi efektif untuk membuka akses di daerah yang sulit dijangkau.
“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” ujar Dody.
Ia menambahkan, setiap lokasi pembangunan ditetapkan melalui evaluasi teknis dan survei lapangan yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, tingkat keterisolasian wilayah, akses transportasi, serta potensi manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan.
Baca Juga:
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor di Aceh Tengah
Dari sisi teknis, jembatan gantung yang dibangun memiliki bentang rata-rata antara 40 hingga 120 meter dengan lebar sekitar 1,8 meter. Desain konstruksi disesuaikan dengan kondisi geografis setempat, dengan mempertimbangkan kekuatan struktur, efisiensi, serta kemudahan pemeliharaan oleh masyarakat.
Sebaran pembangunan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu provinsi dengan alokasi pembangunan cukup besar adalah Jawa Tengah yang akan mendapatkan 16 unit jembatan gantung di sejumlah kabupaten.
Pembangunan tersebut diharapkan mampu menghubungkan desa-desa yang sebelumnya terpisah oleh sungai maupun kondisi geografis lainnya. Dengan demikian, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar sekaligus mendukung distribusi hasil produksi lokal.
Kementerian PU memastikan bahwa setiap pembangunan jembatan gantung dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas konstruksi, serta ketahanan terhadap kondisi lingkungan. Selain sebagai penghubung fisik, jembatan gantung juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal dan memperkuat interaksi sosial masyarakat.
[Redaktur: Jupriadi]