WahanaNews.co, Aceh - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani kerusakan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, yang terdampak cuaca ekstrem berupa angin puting beliung pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.10 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah unit huntara yang sebelumnya dibangun Kementerian PU untuk menampung masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh.
Baca Juga:
Fakta Persidangan Ungkap Bayu Sugara Tinggalkan Lokasi Sebelum Penusukan, Kuasa Hukum Minta Hakim Objektif Menilai Perkara
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU melalui Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Aceh untuk segera melakukan perbaikan agar masyarakat dapat kembali menempati hunian tersebut dengan aman dan nyaman.
“Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk segera melakukan perbaikan terhadap huntara yang terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Langkahan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar warga dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ujar Dody.
Sebagai langkah tanggap darurat, Tim Teknis Satker Prasarana Strategis Aceh bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) selaku kontraktor pelaksana telah melakukan pendataan kerusakan, membantu pembersihan material bangunan yang terdampak, serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat bagi warga.
Baca Juga:
Kabar Terbaru Tol Trans Sumatra: Lampung-Aceh Ternyata Belum Bisa Tersambung Tahun Ini
Selain itu, Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menyiapkan tenda darurat sebagai lokasi penampungan sementara apabila diperlukan selama proses perbaikan berlangsung.
Berdasarkan hasil identifikasi awal tim teknis, kerusakan ditemukan pada beberapa bagian bangunan. Di Blok A, kerusakan terjadi pada bagian plafon dan atap. Sementara di Blok B ditemukan kebocoran plafon, sedangkan Blok C mengalami kerusakan ringan pada nok atap. Adapun pada Blok D, kerusakan terjadi pada plafon area dapur.
Saat ini, tim teknis Kementerian PU masih melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan seluruh pekerjaan perbaikan dapat dilakukan secara tepat dan menyeluruh. Proses perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.
Huntara di Kecamatan Langkahan merupakan salah satu fasilitas yang dibangun Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di Aceh. Pembangunan huntara dilakukan di atas lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dengan total luas bangunan sekitar 1.440 meter persegi.
Kompleks huntara tersebut terdiri dari lima blok bangunan dengan kapasitas menampung sekitar 60 kepala keluarga. Secara teknis, bangunan menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat dan efisien.
Setiap unit juga dilengkapi insulated panel, ventilasi, exhaust fan, serta kipas angin untuk menunjang kenyamanan penghuni. Selain itu, tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti toilet komunal, area cuci, dapur bersama, jaringan listrik dan pencahayaan, serta sistem air bersih dan sanitasi yang memadai.
Dengan percepatan penanganan yang dilakukan, Kementerian PU berharap masyarakat terdampak dapat segera kembali menempati huntara dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
[Redaktur: Jupriadi]