WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan jalan nasional serta meningkatkan kesiapsiagaan infrastruktur guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Provinsi Lampung.
Sebagai gerbang utama mobilitas masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatera, Lampung memiliki peran strategis dalam sistem konektivitas nasional, khususnya melalui Pelabuhan Bakauheni.
Baca Juga:
Skema Buffer Zone Disiapkan di Rest Area Tol untuk Antisipasi Kepadatan Mudik Lebaran 2026
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kondisi jalan nasional agar tetap mantap sehingga perjalanan masyarakat selama periode mudik berlangsung aman dan nyaman.
“Dengan dukungan jalan nasional yang mantap serta koordinasi lintas sektor, kami berharap mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran dapat berlangsung lancar,” ujar Dody.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, Kementerian PU menargetkan kondisi zero pothole atau bebas lubang pada jalur mudik utama. Hingga saat ini, penanganan lubang jalan pada koridor utama telah dilakukan pada lebih dari 6.800 titik.
Baca Juga:
Wali Kota Bandung Batasi Proyek Galian hingga 5 Maret demi Keamanan Jelang Lebaran
Sejumlah ruas utama yang dapat digunakan pemudik antara lain Jalan Tol Bakauheni–Pematang Panggang sepanjang 253 kilometer, Jalan Lintas Timur Sumatera sepanjang 285,18 kilometer, serta Jalan Lintas Tengah Sumatera sepanjang 318,47 kilometer.
Khusus menuju Kota Bandar Lampung, pemudik dapat memilih dua alternatif rute, yakni melalui Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dengan pintu keluar Tol Itera KM 78 atau melalui Jalur Lintas Tengah Sumatera via Kalianda dengan jarak tempuh sekitar 87 kilometer.
Selain peningkatan kualitas jalan, BPJN Lampung juga menyiapkan tim siaga dan peralatan berat di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan gangguan lalu lintas yang bersifat mendesak dapat segera ditangani.