Keberadaan kolam retensi tersebut diproyeksikan mampu mereduksi banjir Kota Kendari hingga 54,14 persen atau 141,67 m3/dt. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kawasan ini juga dirancang menjadi area konservasi air, meningkatkan infiltrasi, menjaga kualitas air, serta menghadirkan ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk olahraga dan rekreasi.
Melalui penataan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap ini, Kementerian PU berharap Kota Kendari semakin siap menjadi tuan rumah UCLG ASPAC 2026 sekaligus memperoleh manfaat jangka panjang berupa kawasan perkotaan yang lebih tertata, nyaman, dan tangguh terhadap banjir.
Baca Juga:
Kementerian PU Percepat Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Aceh, Ditargetkan Fungsional Juli 2026
Demikian dilansir dari laman kemenkeugoid, Jumat (1/5/2026).
[Redaktur: JP Sianturi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.