WahanaNews.co | Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pada 3 September 2022 lalu berdampak menurunkan konsumsi di tingkat masyarakat.
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Made Arya Wijaya mengatakan rata-rata konsumsi BBM masyarakat mengalami penurunan.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Raih Rating ESG 'A', Perkuat Komitmen Keberlanjutan Menuju NZE 2060
"Ternyata setelah penyesuaian harga (BBM) di September sampai sekarang konsumsinya turun," kata Made di Gedung DPR-RI, Selasa (20/9).
Made menjelaskan, sejak kenaikan harga BBM dari sisi jumlah uang yang dikeluarkan masyarakat untuk membeli bensin berkurang. Misalnya dalam sehari biasanya bisa membeli bensin Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per hari, kini turun menjadi Rp 60.000 sampai Rp 70.000 per hari.
"Jadi konsumsinya turun," kata dia.
Baca Juga:
Viral! Beli Pertalite Rp30 Ribu, Pengendara Kaget Tangki Motornya Kosong
Penurunan konsumsi BBM subsidi yang turun ini berpotensi kompensasi dan subsidi terhadap energi juga bisa turun. Sehingga yang semula diperkirakan bisa tembus Rp648 triliun, realisasinya di akhir tahun bisa kurang dari taksiran tersebut.
"Mungkin Bu Menkeu besok mau sampaikan. Ya mudah-mudahan (kompensasi dan subsidinya turun), kita berdoa saja," kata dia.
Meski begitu Made menyebut pemerintah masih memiliki anggaran untuk membayar tagihan subsidi dan kompensasi dari Pertamina. "Masih (ada anggaran untuk bayar subsidi)," pungkasnya.