WahanaNews.co | Serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian terbilang tinggi.
Hingga 3 Mei 2022, KUR Pertanian sudah terserap Rp39,337 triiliun lebih dari alokasi anggaran senilai Rp90 triliun. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, KUR Pertanian memang diperuntukkan bagi petani.
Baca Juga:
KPK Lempar Wacana Koruptor Tak Usah Dikasih Makan
"Dengan KUR Pertanian, persoalan permodalan dapat teratasi. Petani dapat mengembangkan pertanian mereka dengan KUR Pertanian," ujarnya.
Untuk itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil, meminta para petani memanfaatkan KUR Pertanian. Pinjaman tersebut dapat diakses untuk modal awal pengembangan budi daya pertanian dari hulu hingga hilir, seperti pembelian pupuk subsidi.
"Anggaran yang besar tersebut dapat digunakan masyarakat terutama yang memiliki kemauan dan semangat tinggi untuk berkarya di dunia usaha tani," kata Ali.
Baca Juga:
APUK Dairi Gelar Talkshow Peran Perempuan dalam Keberlanjutan SDA dan Pameran Produk Lokal
Pemanfaatan KUR juga dapat dilakukan untuk mendukung berbagai kegiatan pertanian, mulai dari musim tanam, panen, pascapanen, hingga packaging atau pengemasan.
"KUR Pertanian ini membantu petani mengembangkan budidaya pertanian dari hulu hingga hilir. Jadi, ada banyak manfaat dari program KUR Pertanian ini dalam rangka mencapai tujuan pembangunan pertanian nasional," ujar Ali.
Direktur Pembiayaan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), Kementerian Pertanian (Kementan), Indah Megahwati mengatakan, realisasi penyaluran KUR hingga awal Mei 2022 mencapai sudah mencapai Rp39,337 triliun.