“Yang dibahas adalah berbagai risiko ekonomi yang mungkin muncul, termasuk dampak pelemahan rupiah terhadap harga-harga,” ujar Chatib usai pertemuan.
Chatib menjelaskan bahwa isu pelemahan rupiah perlu menjadi perhatian pemerintah karena tekanan nilai tukar bisa berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Baca Juga:
Dugaan Penganiayaan di Soban Dairi, Polisi Wawancara Saksi
“Ini tentu perlu menjadi perhatian karena bisa berdampak pada masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah,” ujarnya.
Menurut Chatib, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar tekanan ekonomi global tidak berubah menjadi beban baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menyebut stabilitas ekonomi perlu dijaga melalui sejumlah instrumen kebijakan yang tepat, termasuk pengelolaan fiskal yang lebih hati-hati.
Baca Juga:
Diduga Gunakan Surat Palsu untuk Provokasi Warga, Mantan Terpidana Dilapor Ke Poldasu
Dalam pertemuan tersebut, salah satu langkah yang mengemuka adalah mendorong efisiensi anggaran negara.
Efisiensi anggaran dinilai penting agar ruang fiskal pemerintah tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global.
Chatib mengatakan pemerintah ingin memastikan program-program prioritas tetap dapat berjalan tanpa menciptakan tekanan berlebihan terhadap keuangan negara.