Untuk mendukung peningkatan ekspor, Kemendag terus memperkuat layanan promosi perdagangan melalui TEI. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah business matching yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Menurut Budi, peserta TEI tidak hanya mendapatkan fasilitas pameran, tetapi juga memperoleh dukungan promosi melalui jaringan perwakilan perdagangan Republik Indonesia di luar negeri. Peserta yang telah terdaftar juga dapat mengikuti sesi presentasi atau pitching produk kepada perwakilan perdagangan Indonesia guna menjaring calon pembeli potensial sebelum pameran berlangsung.
Baca Juga:
Diduga Dikeroyok Usai Tegur Pengisian BBM, Jurnalis Tajam24 Lapor ke Polda Jambi
“Ketika perusahaan sudah mendaftar, kami fasilitasi mulai dari pitching, pencarian buyer, hingga business matching. Bahkan, tidak sedikit transaksi terjadi sebelum pelaksanaan Trade Expo Indonesia,” ujarnya.
Budi mengungkapkan, pada penyelenggaraan TEI tahun lalu, nilai transaksi yang tercatat pada hari pertama mencapai sekitar 9,98 miliar dollar AS. Capaian tersebut didukung oleh penandatanganan sekitar 131 kontrak dagang.
Menurut dia, hasil tersebut menjadi bukti efektivitas program business matching yang dijalankan Kemendag bersama jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.
Baca Juga:
Kemendag Terbitkan Tiga Permendag Baru untuk Perkuat Tata Kelola Ekspor SDA Strategis
Tidak hanya perusahaan besar, program business matching juga memberikan dampak positif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang Januari–April 2026, nilai transaksi business matching UMKM telah mencapai 193 juta dollar AS, meningkat signifikan dibandingkan total transaksi sepanjang 2025 yang mencapai 134,8 juta dollar AS.
“Artinya, produk-produk Indonesia tetap menarik bagi buyer internasional. Oleh karena itu, kami optimistis TEI tahun ini akan menghasilkan transaksi yang lebih besar dan membuka pasar baru yang lebih luas,” kata Budi Santoso.
[Redaktur: Jupriadi]