Menurut Budi, capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha baru, termasuk mahasiswa dan startup kampus, memiliki peluang besar untuk memasuki pasar global apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.
“Sebagian pelaku usaha yang kami fasilitasi merupakan eksportir baru yang sebelumnya belum pernah menembus pasar internasional. Dengan dukungan dan pendampingan yang tepat, mahasiswa maupun startup kampus memiliki peluang yang sama untuk berkembang di pasar global,” katanya.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Buka Pendidikan dan Pelatihan Audit Tingkat Dasar Fungsi Pengawasan Polda Jambi
Untuk memperluas akses pasar, Kementerian Perdagangan juga terus mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan Republik Indonesia yang tersebar di 33 negara. Pemerintah, lanjut Budi, turut mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan guna mempermudah akses produk Indonesia ke pasar internasional.
Di sisi lain, Kemendag telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra dalam negeri, seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), serta platform digital Shopee.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas pemasaran produk UMKM di pasar domestik.
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyambut positif pelaksanaan Program Campuspreneur. Menurut dia, program tersebut sejalan dengan visi IPB sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan kewirausahaan.
Baca Juga:
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 72 Bulan Beruntun, Ekspor April 2026 Melonjak Hampir 22 Persen
“IPB memiliki visi menjadi Technosocial Entrepreneur University. Kami ingin menghasilkan sumber daya manusia unggul yang memiliki orientasi kewirausahaan. Program Campuspreneur sangat sinergis dengan visi tersebut dan akan kami integrasikan dengan kurikulum agar dapat mendukung proses pembelajaran mahasiswa,” ujar Alim.
Sementara itu, mahasiswa Sekolah Bisnis IPB University, Febridha Putri Jusson, mengaku tertarik mengikuti Program Campuspreneur karena dinilai memberikan wawasan praktis mengenai dunia usaha dan ekspor.
“Saya merasa program ini sangat relevan dan menjadi langkah awal yang baik. Saya berharap Campuspreneur dapat terus berlanjut karena bisa menjadi sarana untuk memahami dunia usaha, termasuk tata cara menjadi eksportir,” kata Febridha.