“TEI adalah momentum penting yang tidak boleh dilewatkan,” kata Budi.
Di tengah dinamika perdagangan global, Kemendag juga terus menyiapkan langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan kinerja ekspor nasional. Salah satunya melalui diversifikasi pasar dengan memperluas fokus ekspor ke kawasan yang relatif aman dari dampak konflik global, seperti Asia Tengah, Afrika, dan Asia Selatan.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Buka Pendidikan dan Pelatihan Audit Tingkat Dasar Fungsi Pengawasan Polda Jambi
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan internasional, termasuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar negara-negara besar seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.
Sementara itu, pendiri Argotelo, Toni Anandya, menyambut positif upaya Kemendag dalam meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional.
Toni mengungkapkan bahwa Argotelo pernah mengikuti Trade Expo Indonesia ke-40 pada Oktober 2025 dan berhasil memperoleh jaringan pembeli dari Australia serta Uni Emirat Arab.
“Kami harap bisa mendapatkan akses untuk ikut pameran ke luar negeri untuk bertemu buyer di luar negeri. Menurut rekan-rekan kami, hasil pameran di luar negeri itu signifikan, jadi kami mengharapkan hal tersebut,” ujar Toni.
Baca Juga:
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 72 Bulan Beruntun, Ekspor April 2026 Melonjak Hampir 22 Persen
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.