Melalui program “Dari Lokal untuk Global”, Kementerian Perdagangan juga memperkuat inisiatif UMKM BISA Ekspor. Program ini memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, yang kemudian membantu mencarikan pembeli internasional.
Pada 2025, program tersebut mencatatkan transaksi sebesar 134,8 juta dollar AS atau sekitar Rp2,6 triliun, dengan sekitar 70 persen pelaku merupakan eksportir baru.
Baca Juga:
Penyegaran Layanan Bidang Perdagangan, Mendag Busan Lantik 22 Pejabat Kemendag
Selain itu, Kemendag juga menjalankan program Campuspreneur untuk mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor serta program Desa BISA Ekspor guna memperluas basis eksportir hingga ke tingkat desa.
Budi optimistis, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8 persen secara berkelanjutan.
“Masih banyak ruang sinergi yang bisa kita dorong bersama agar sektor perdagangan semakin maju dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” katanya.
Baca Juga:
Mendag Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu, Dorong Transformasi Pasar Rakyat Jadi Destinasi Wisata
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie menyatakan dunia usaha tetap berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan meski menghadapi tekanan ekonomi global dan domestik.
“Dunia usaha memilih tetap bertumbuh melalui efisiensi dan ekspansi, dengan dukungan kebijakan yang memberi ruang napas, membuka hambatan, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah,” ujar Anindya.
Rakornas ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan serta peta jalan percepatan perdagangan nasional untuk periode 2025–2029.