WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk terus memperkuat kinerja perdagangan Indonesia di tengah dinamika dan tantangan perdagangan global yang semakin kompleks. Penguatan tersebut dilakukan melalui dorongan perdagangan, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Hal itu disampaikan Mendag Budi Santoso dalam dialog kebijakan (policy dialogue) pada Indonesia Economic Summit 2026 yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2).
Baca Juga:
Mendag: ATTEC Perkuat Komunikasi Bisnis dan Dorong Ekspor Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Mendag didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan serta Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag Johni Martha.
“Kondisi perdagangan saat ini menghadapi banyak dinamika. Pasar luar negeri memiliki berbagai eskalasi tantangan yang harus kita hadapi. Di sisi lain, kita juga perlu memikirkan faktor dalam negeri, seperti peningkatan daya saing produk lokal untuk mengisi pasar domestik sekaligus mendorong ekspor,” ujar Budi Santoso.
Ia menjelaskan, sebagai respons atas dinamika global tersebut, Kemendag telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang mendukung kinerja perdagangan nasional, baik pada sektor perdagangan dalam negeri maupun luar negeri.
Baca Juga:
Menteri Perdagangan Lantik 14 Pejabat Kemendag
Untuk pasar dalam negeri, Kemendag terus mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dan menguasai pasar domestik. Menurut Budi, Indonesia memiliki pasar yang besar dan potensial untuk diisi oleh produk dalam negeri.
“Kita memiliki pasar yang besar, mari kita isi dengan produk-produk dalam negeri. Syaratnya, produk kita harus mempunyai daya saing. Dengan berdaya saing, kita mampu membendung produk asing,” kata dia.
Kemendag juga terus memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat masuk ke ritel modern. Berbagai kegiatan penjajakan bisnis (business matching) telah dilakukan antara UMKM dan ritel modern. Saat ini, sekitar 80 persen produk yang dijual di ritel modern merupakan produk UMKM.