WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kick off program Sistem Informasi Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF) di sektor pariwisata.
Menparekraf Sandiaga dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno" yang berlangsung secara hybrid di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (19/8/2024), mengatakan Sistem Informasi Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF) di sektor pariwisata merupakan bentuk wujud kolaborasi Kemenparekraf dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga:
Menpar Apresiasi Puteri Indonesia Pariwisata 2024 Raih Gelar ‘Miss Cosmo 2024’
Sebelumnya, Kemenparekraf bersama BMKG telah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pemanfaatan data cuaca yang akurat di sektor pariwisata.
Tahun ini, kolaborasi akan membangun Sistem IBF yang memberikan peringatan dini dan menyoroti dampak positif cuaca bagi pengalaman berwisata.
“Jadi ini akan memudahkan wisatawan dalam mengatur jadwal liburan mereka dengan memperhatikan faktor cuaca,” kata Menparekraf Sandiaga. Demikian dilansir dari laman kemenparekrafgoid, Rabu (21/8).
Baca Juga:
WamenEkraf Ajak AINAKI Perkuat Kolaborasi Kembangkan Industri Animasi Indonesia
[Redaktur: JP Sianturi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.