Ia juga mengungkapkan adanya perubahan signifikan dalam kondisi ekonomi petani di sejumlah wilayah.
"Pekebun tanyanya 'Pak Menteri enak ya kalau krisis, dulu beli mercy'. Tahu. Aku sebut ya. Bukan saya yang bilang. Yang naik ke Tanah Suci bisa dua kali lipat jumlah orangnya naik. Karena komoditas sini. Harganya naik semua," ujarnya.
Baca Juga:
Pertanian Berbasis AI, Bupati Tapteng Harapkan Pendapingan Pemerintah Pusat
Peningkatan daya beli tersebut bahkan terlihat dari bertambahnya jumlah petani yang mampu menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
" Itulah kebahagiaan petani," sambung dia.
Amran menjelaskan bahwa tingginya harga komoditas turut mendorong semangat petani untuk meningkatkan produksi.
Baca Juga:
Bupati Apresiasi Peningkatan Pertanian di Kabupaten Tapanuli Utara
Dalam kondisi harga yang menguntungkan, petani menjadi lebih aktif dalam merawat tanaman dan mengoptimalkan hasil panen.
"Konflik ini, harga CPO naik, bahagia petani. Mau lihat bahagiannya petani, ini tanam sawit. Naik produksi, jadi pupuknya diperbaiki, dijaga, harga lagi bagus. Petani beri ruang untung berproduksi. Jadi berkah kan?" jelas Amran.
Selain sektor pertanian, ia menilai konflik geopolitik juga membawa dampak positif bagi percepatan program hilirisasi energi.