WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Danantara bersama BP BUMN secara resmi melepas sebanyak 116.688 peserta dalam Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026.
Pelepasan peserta berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno, Jumat (20/03/2026), sebagai bagian dari upaya pemerintah dan BUMN dalam memfasilitasi perjalanan mudik yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga:
1.496 Pemudik Diberangkatkan dalam Program Mudik Bareng ESDM 2026, PLN Siapkan Layanan Maksimal
Dalam program kolaboratif ini, PT PLN (Persero) turut ambil bagian dengan memberangkatkan 12.500 pemudik.
Tidak hanya fokus pada aspek pelayanan, PLN juga menghadirkan inovasi dengan menerapkan konsep ramah lingkungan melalui pengurangan emisi dan carbon offset, sehingga keseluruhan program berhasil mencapai target nol emisi atau net zero emissions.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono dalam sambutannya menegaskan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melayani masyarakat, khususnya pada momen penting seperti Idulfitri.
Baca Juga:
Jaga Kenyamanan Ibadah, PLN Amankan Pasokan Listrik Sumatera Utara Saat Ramadan
Suasana pelepasan peserta Program Mudik Gratis BUMN 2026 yang turut didukung okeh PLN di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (20/03/2026).
“Pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BUMN yang telah melaksanakan mudik gratis, karena ini tentu akan mengurangi perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo bahwa jika kita bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, tentu ini menunjukkan negara dan pemerintah selalu hadir untuk mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti konkret komitmen BUMN dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Momentum mudik Lebaran dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai kebersamaan sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat.
“Program Mudik Gratis BUMN merupakan wujud gotong royong dan kepedulian BUMN kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan selamat, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode Lebaran,” tambah Dony.
Program Mudik Gratis BUMN 2026 sendiri mencatatkan capaian yang melampaui target awal.
Dari target 104.000 pemudik, realisasi yang berhasil dicapai mencapai 116.688 peserta, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini.
“Kami berharap seluruh peserta dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan rasa aman dan nyaman,” sambung Dony.
Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa keterlibatan PLN dalam program ini sejalan dengan arahan dari BPI Danantara dan BP BUMN.
Perseroan berkomitmen penuh dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat menyapa para peserta Mudik Gratis BUMN 2026 di kawasan Gelora Bung Karno, pada Jumat (20/03/2026).
“Melalui program ini, kami berharap para peserta dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, serta merayakan momen kebersamaan dengan tenang bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Darmawan.
Seiring meningkatnya minat masyarakat, PLN juga menambah kuota peserta menjadi 12.500 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 11.322 peserta.
Keberangkatan dilakukan secara serentak dari tujuh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Padang, dan Aceh, dengan berbagai rute tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera.
Rute perjalanan yang disiapkan mencakup berbagai wilayah strategis, mulai dari Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera Barat.
Selain itu, tersedia pula rute dari Surabaya, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Padang, hingga Banda Aceh menuju berbagai kota tujuan.
Lebih jauh, program ini tidak hanya berfokus pada aspek sosial, tetapi juga mendukung agenda keberlanjutan nasional.
Melalui anak usahanya, PLN Energy Management Indonesia (EMI), PLN melakukan penghitungan jejak karbon secara menyeluruh guna memastikan dampak lingkungan dapat diminimalkan.
Dalam kondisi normal atau business as usual, penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar minyak diperkirakan menghasilkan emisi hingga 578 ton CO2e.
Namun dengan pemanfaatan transportasi massal seperti kereta api, bus, dan kapal laut, emisi berhasil ditekan menjadi 392 ton CO2e, atau berkurang sebesar 186 ton CO2e.
Sebagai langkah lanjutan, PLN juga melakukan upaya beyond compliance melalui carbon offset sebesar 392 ton CO2e yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Gunung Wugul.
Dengan demikian, keseluruhan program berhasil mencapai emisi nol atau Net Zero Emission (NZE), sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang mengantarkan masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga tentang bagaimana kita turut serta memastikan perjalanan tersebut aman, efisien dan ramah lingkungan,” tutup Darmawan (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]