Tito menjelaskan bahwa gangguan telekomunikasi di wilayah terdampak terjadi karena listrik padam sementara Aceh bergantung pada dua pembangkit listrik yang berada di Arun Lhokseumawe dan Kabupaten Nagan Raya.
Menurut Tito, pembangkit di Arun melayani wilayah timur Aceh dan Kota Langsa sehingga tetap stabil, sedangkan jalur ke wilayah barat padam termasuk Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen yang paling terdampak banjir.
Baca Juga:
Jalan Tol Trans-Sumatra Belum Bisa Tersambung Penuh, Menteri PU Ungkap Penyebabnya
Ia menambahkan bahwa Banda Aceh sementara hanya menerima pasokan dari Nagan Raya sehingga tidak maksimal karena biasanya disuplai bersamaan dari Arun dan Nagan Raya.
Sebagai informasi, banjir dan longsor sejak Selasa (18/11/2025) berdampak pada 16 dari 23 kabupaten/kota di Aceh.
Akibat bencana tersebut, sebanyak 12 tower SUTT 150 kV roboh di Kabupaten Bireuen sehingga sejumlah wilayah menghadapi pemadaman listrik dan gangguan telekomunikasi.
Baca Juga:
Sobirin Hutabarat sampaikan Apresiasi ke DPR RI tentang Revisi Rancangan UU No 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.