Di sisi lain, operasional PT ABEB diharapkan memperkuat capaian tersebut melalui multiplier effect bagi perekonomian daerah, termasuk peningkatan nilai ekspor, penciptaan lapangan kerja, tumbuhnya industri pendukung dan jasa logistik, serta mendorong alih teknologi dan peningkatan kualitas SDM nasional sesuai arah target pengembangan KEK Setangga ke depan.
"KEK Setangga ditargetkan dapat menjadi episentrum industri di wilayah tengah Indonesia dengan total rencana investasi mencapai Rp 67,69 triliun, dengan potensi penciptaan lapangan kerja bagi lebih dari 78.000 orang hingga tahun 2053," jelasnya.
Baca Juga:
Dari Jawa Barat Banyak Pabrik Pindah ke Jawa Tengah, Ternyata Segini UMK-nya
Sebagai bagian dari realisasi target pengembangan KEK Setangga, diresmikannya PT ABEB mendukung arah pengembangan KEK Setangga sebagai kawasan industri terintegrasi berbasis pengolahan mineral bernilai tambah dan energi baru, sekaligus mendukung agenda hilirisasi industri nasional.
Terkait penguatan peran tersebut, Chairman CNGR Deng Wei Ming menambahkan bahwa setelah beroperasi penuh, pabrik PT ABEB diproyeksikan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung.
"Dalam seluruh tahapan pembangunan dan operasional, kami berkomitmen mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia, menerapkan teknologi produksi bersih, serta menjunjung prinsip perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, CNGR akan terus memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dan berkontribusi aktif dalam pengembangan industri energi baru dan terbarukan di Indonesia," tuturnya.
Baca Juga:
Pabrikan Motor Listrik di RI Sudah Megap-megap, Karyawan Dirumahkan
Dengan berkembangnya kegiatan industri di KEK Setangga, kawasan ini diharapkan dapat menjadi kontributor strategis dalam pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Penguatan aktivitas industri pengolahan bernilai tambah di kawasan ini mendukung transformasi struktur ekonomi nasional, khususnya melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam, penguatan basis industri manufaktur, serta perluasan keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global industri strategis berbasis teknologi dan energi masa depan.
Peresmian pabrik PT ABEB di KEK Setangga ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan strategis, antara lain Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Republik Indonesia H. Andi Amran Sulaiman, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manansang, Pemilik (Owner) Jhonlin Group H. Andi Syamsuddin Arsyad, Chairman of CNGR Mr. Deng Wei Ming, Vice President of CNGR sekaligus President of the Indonesia Region Mr. Liao Heng Xing, Direktur PT Anugerah Barokah Energi Baru Mr. Fu Pei Wen, jajaran komisaris dan direksi CNGR serta PT Anugerah Barokah Energi Baru, pimpinan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Setangga PT Dua Samudera Perkasa, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]