WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Minggu, Sabtu (28/3/2026), atau sekitar sepekan setelah Hari Raya Idulfitri.
Dari hasil pemantauan tersebut, Budi memastikan bahwa stok bapok secara umum dalam kondisi mencukupi dan harga relatif terkendali. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Stok Bapok di Hypermart Nagoya Hill Batam, Harga Relatif Stabil Jelang Lebaran
“Berdasarkan pantauan kami ke para pedagang hari ini, pasokan bapok seperti beras, minyak, cabai, dan lainnya cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli dalam jumlah berlebih karena ketersediaan saat ini aman,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, Kementerian Perdagangan terus melakukan pemantauan harga bapok setiap hari, termasuk pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Pemantauan dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah menggunakan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Menurut Budi, sistem tersebut memantau sekitar 550 titik pasar yang tersebar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dengan demikian, perkembangan harga harian dapat dipantau secara real time. Selain itu, Kemendag juga berkoordinasi dengan BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD untuk memastikan distribusi dan keterjangkauan harga sejumlah komoditas, termasuk beras SPHP, gula pasir, dan MINYAKITA.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Pasar Summerland Batam, Pastikan Stok Bapok Aman Jelang Idulfitri
Ia menyebutkan, distribusi MINYAKITA melalui BUMN telah melampaui target minimal 35 persen.
Sementara itu, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa kondisi bapok di Pasar Minggu menunjukkan ketersediaan yang melimpah dengan harga yang stabil.
“Persediaan banyak. Beras banyak, ayam banyak, telur banyak, sayur-sayuran juga banyak. Secara umum persediaan dan harga terkendali,” kata Zulkifli.
Dari sisi harga, sejumlah komoditas tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya. Harga bawang merah turun sekitar 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, dan bawang putih turun hingga 16 persen.
Bahkan, beberapa komoditas dijual di bawah Harga Acuan (HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras medium Rp13.000 per kilogram, beras premium Rp14.800 per kilogram, serta cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing Rp50.000 per kilogram.
Secara nasional, tren harga bapok juga cenderung menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Khusus untuk MINYAKITA, harga tercatat turun sekitar 7,5 persen, dari Rp17.200 per liter pada tahun lalu menjadi Rp15.700 per liter tahun ini.
Adapun sejumlah harga komoditas lainnya yang terpantau antara lain beras SPHP Rp12.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp22.000 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp15.000 per liter, tepung terigu Rp12.000 per kilogram, serta daging sapi Rp140.000 per kilogram.
Selain itu, gula pasir kemasan dijual Rp19.000 per kilogram, daging ayam ras Rp45.000 per kilogram, telur ayam ras Rp32.000 per kilogram, bawang merah Rp50.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp100.000 per kilogram, dan bawang putih honan Rp40.000 per kilogram.
Pemerintah memastikan akan terus menjaga stabilitas pasokan dan harga guna menjamin daya beli masyarakat tetap terjaga pascalebaran.
[Redaktur: Jupriadi]