Ia mengatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal dan memastikan defisit anggaran negara tidak melampaui batas aman.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kredibilitas Indonesia di mata investor global yang saat ini mulai lebih sensitif terhadap stabilitas fiskal suatu negara.
Baca Juga:
FOMO dan Overthinking Gegara Medsos? Waspada, Bisa Jadi Otak Sedang Kelelahan
“Kredibilitas fiskal adalah aset berharga yang tidak akan kami pertaruhkan,” tegasnya.
Selain membahas kondisi pasar, Luhut juga mengungkapkan bahwa DEN telah menyiapkan simulasi ekonomi apabila harga minyak dunia melonjak hingga menyentuh US$100 per barel.
Kajian tersebut disebut sudah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo beserta rekomendasi stimulus ekonomi yang dinilai perlu disiapkan pemerintah.
Baca Juga:
Bikin Merinding, 9 Benda di Rumah Ini Dipercaya Bisa Datangkan Sial dan Energi Negatif
Luhut juga membeberkan langkah efisiensi yang sedang dilakukan pemerintah melalui transformasi digital berbasis teknologi GovTech.
Transformasi itu diarahkan untuk mengubah pola subsidi energi dari sistem berbasis barang menjadi bantuan tunai langsung yang dinilai lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, pemerintah juga disebut tengah mendorong penguatan sistem pengawasan pasar modal melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).