Pada tahap ini perlu dilakukan pembalikan atau pengadukan media tanam setiap dua hari sekali agarproses pelapukan terjadi secara merata. Media tanam siap digunakan jika telah berwarna cokelat atau kehitaman.
3. Pembuatan baglog
Baca Juga:
Bupati Apresiasi Peningkatan Pertanian di Kabupaten Tapanuli Utara
Media tanam yang siap pakai kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik berukuran 30 cm x 20 cm hingga setinggi 20 cm, lalu dipadatkan hingga menyerupai botol (baglog).
Pada ujung mulut botol diberi ring, kemudian mulut botol ditutup dengan kapas. Setelah itu, mulut baglog ditutup plastik agar air tidak masuk saat proses sterilisasi.
4. Proses sterilisasi
Baca Juga:
Satgas Rehabilitasi Bencana Sumatra Dibentuk Prabowo, Segini Besar Anggarannya
Proses sterilisasi baglog jamur dilakukan dengan cara dikukus pada suhu 95 sampai 120 derajat celcius selama enam hingga delapan jam. Sterilisasi yang merupakan proses penguapan ini dimaksudkan untuk membunuh mikroba liar yang ada.
5. Proses inokulasi
Setelah proses sterilisasi selesai, maka baglog didiamkan di ruang inokulasi sampai suhu normal kembali. Ruang inokulasi harus dalam keadaan steril dan sirkulasi udara berjalan dengan baik.