Sejumlah kajian akademik turut memperkuat temuan tersebut.
Keberadaan KEK Batang dinilai memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian lokal, mulai dari meningkatnya kesempatan kerja, menurunnya tingkat pengangguran, hingga berkurangnya angka kemiskinan.
Baca Juga:
Soal KEK Ganja Medis di RI, Begini Respons Menko Airlangga
Persentase penduduk miskin di Kabupaten Batang tercatat mengalami penurunan dari 8,73 persen pada 2024 menjadi 7,79 persen pada 2025.
Penurunan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan terbukanya peluang kerja baru di sekitar kawasan KEK.
Selain berdampak pada pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja, pengembangan KEK juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas ekonomi daerah.
Baca Juga:
Arsjad Rasjid: Jangan Cepat Puas, KEK Indonesia Masih Belum Optimal
Masuknya investasi baru, penerapan teknologi yang lebih modern, serta berkembangnya industri pengolahan bernilai tambah di KEK Batang telah mendorong efisiensi proses produksi dan peningkatan nilai output per tenaga kerja.
Kondisi ini pada akhirnya memperkuat daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Kinerja positif juga ditunjukkan oleh Kabupaten Kendal. Pada triwulan III 2025, perekonomian Kabupaten Kendal tumbuh sebesar 8,84 persen (yoy), menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.