WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Sidang Debottlenecking ke-5 yang digelar di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Sidang ini membahas berbagai hambatan perizinan dan kendala investasi yang dihadapi pelaku usaha di sejumlah sektor industri.
Pada agenda pertama, sidang menyoroti permasalahan perizinan impor bahan peledak berupa ammonium nitrat yang diajukan oleh PT Samator Indogas Tbk. Bahan tersebut diketahui digunakan sebagai komponen dalam produksi gas N2O atau gas bius yang memiliki peran penting dalam kebutuhan medis.
Baca Juga:
APBN 2026 Dinilai Tetap Solid di Tengah Gejolak Global, Menkeu: Fundamental Ekonomi Kuat
Selanjutnya, pada agenda kedua, pemerintah membahas aduan terkait proses pengurusan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI melalui Sistem Informasi Industri Nasional. Permasalahan ini dilaporkan oleh tiga perusahaan, yakni PT Nakshatra Exim International, PT Eleganza Tile Indonesia, dan PT Kairos Indah Sejahtera.
Adapun agenda ketiga membahas pengaduan dari PT Galang Bumi Industri terkait belum terealisasinya penerbitan Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (RKKPR) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Rekomendasi tersebut dinilai krusial untuk mendukung proyek Proyek Strategis Nasional di kawasan Batam serta mendorong realisasi investasi di wilayah tersebut.
Baca Juga:
PAN Dukung Prabowo, Setuju Gaji Menteri Dipotong dan WFH Diterapkan
Melalui sidang debottlenecking ini, pemerintah berupaya menghadirkan solusi konkret guna mempercepat penyelesaian berbagai hambatan administratif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif sehingga aktivitas industri dan investasi nasional dapat berjalan lebih optimal.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.