WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) terus memperkuat upaya pemerataan akses energi listrik di seluruh Indonesia melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial dan memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat menikmati layanan kelistrikan yang layak.
Baca Juga:
Keandalan Listrik Jawa Meningkat, PLN Pastikan Pasokan Energi Primer Tetap Aman
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat diakses oleh seluruh warga negara.
Hal itu disampaikannya saat melakukan penyalaan simbolis listrik bagi salah satu penerima manfaat Program BPBL Tahun 2026 di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (kedua dari kiri) saat melakukan penyalaan simbolis listrik di rumah salah satu penerima manfaat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2026 di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan Program BPBL menjangkau 225.000 rumah tangga di seluruh Indonesia, termasuk 24.000 rumah tangga di Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga:
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit dan Perkuat Pasokan Batu Bara Demi Jaga Keandalan Listrik Jawa
"Bagaimana orang bisa sekolah pintar, bagaimana orang bisa akses informasi dari luar maupun dari dalam cepat. Bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi. Jadi saya pikir ini (listrik) salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan," tutur Bahlil.
Menurutnya, keberadaan listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi penopang utama pendidikan, akses informasi, aktivitas ekonomi, hingga percepatan transformasi digital di berbagai daerah.
Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan masyarakat prasejahtera memperoleh akses listrik yang memadai.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan program tersebut dapat menjangkau 225.000 rumah tangga di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.000 rumah tangga berada di Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, realisasi Program BPBL sepanjang tahun 2025 telah mencapai 220.845 rumah tangga di seluruh Indonesia.
Sebanyak 19.161 rumah tangga di antaranya merupakan warga Jawa Tengah yang telah menerima manfaat program tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga meninjau pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) Tahun 2025.
Ia menegaskan bahwa percepatan pemerataan akses listrik merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), dapat menikmati hasil pembangunan secara merata.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (kiri) saat berbincang dengan penerima manfaat Program Listrik Desa (Lisdes) 2025 dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2026 di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
"Memang saudara-saudara kita yang belum dapat listrik itu adalah selalu jauh dengan akses gardu induk. Jadi secara bisnis oleh PLN nggak masuk, maka pemerintah harus hadir. Karena arahan Bapak Presiden itu bukan persoalan mahalnya, tapi pelayanannya. Karena setiap warga negara punya hak yang sama untuk negara hadir dalam memberikan listrik," ujar Bahlil.
Sebagai tindak lanjut atas arahan tersebut, pemerintah terus memperluas pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui Program Lisdes.
Hingga sepanjang tahun 2025, program tersebut telah terealisasi di 1.403 lokasi di berbagai daerah Indonesia, termasuk 113 lokasi di Provinsi Jawa Tengah.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi pada tahun 2026.
Khusus untuk Jawa Tengah, sebanyak 16 lokasi menjadi sasaran pengembangan melalui Program Lisdes guna meningkatkan jangkauan layanan listrik bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperluas akses listrik hingga ke pelosok negeri, terutama di wilayah 3T yang selama ini menghadapi tantangan keterjangkauan infrastruktur kelistrikan.
Sepanjang tahun 2025, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4.856,17 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.662,68 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi berkapasitas 105.280 kilovolt ampere (kVA) guna mendukung pelaksanaan Program Lisdes di 1.403 lokasi.
“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri. Melalui Program Lisdes, kami terus memperluas infrastruktur kelistrikan agar semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah 3T, dapat menikmati listrik sekaligus mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional,” jelas Darmawan.
Selain memperluas jaringan listrik, pemerintah dan PLN juga memperkuat pemerataan akses energi melalui Program BPBL yang diinisiasi oleh Kementerian ESDM.
Program ini menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum memiliki kemampuan ekonomi untuk melakukan pemasangan sambungan listrik baru, meskipun jaringan listrik telah tersedia di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Program BPBL ini membantu menjembatani masyarakat yang sudah berada di wilayah berlistrik namun belum mampu melakukan penyambungan. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pendidikan anak, serta memperbaiki kualitas hidup keluarga,” kata Darmawan.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah Markamah (58), seorang penganyam bambu yang menjadi penerima manfaat Program Lisdes dan BPBL.
Kehadiran listrik di rumahnya memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan produktivitas kerja hingga malam hari.
”Alhamdulilah sudah punya (listrik) sendiri. Makasih sama bapak Menteri, yang telah membantu saya. Jadi saya sangat senang sekali, sangat bermanfaat untuk saya dan keluarga saya. Kalau malem-malem saya bisa jadi lembur bikin besek ini," pungkas Markamah.
Melalui Program Lisdes dan BPBL, pemerintah berharap pemerataan akses listrik dapat terus meningkat sehingga seluruh masyarakat Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, meningkatkan kesejahteraan, serta menikmati manfaat pembangunan nasional tanpa terkecuali (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]