Munjirin berharap melalui kegiatan tersebut para pelaku Jakpreneur di Jakarta Timur dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Harapannya Jakarta Timur dengan bimbingan ini para pengusaha Jakpreneur akan semakin maju dan berkembang lagi sehingga akan berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Jakarta Timur,” tuturnya.
Baca Juga:
PT Astra Internasional Serahkan Gedung Sekretariat Muslimat NU DKI Jakarta ke Pemkot Jaktim
Dalam kesempatan itu, Munjirin juga menekankan pentingnya digitalisasi di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci agar pelaku ekonomi kreatif mampu naik kelas dan meningkatkan daya saing produk.
Karena itu, aspek digitalisasi menjadi salah satu materi utama dalam bimtek tersebut. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur juga mendorong integrasi layanan UMKM dalam satu aplikasi yang mendukung proses usaha dari hulu hingga hilir.
“Termasuk dalam bimbingan ini yang akan diajarkan adalah masalah digitalisasi. Tadi saya singgung bagaimana cara menyatukan ini semua dalam sebuah aplikasi sehingga di situ bisa masuk pembahasan tentang UMKM dari hulu sampai hilir,” ungkapnya.
Baca Juga:
Kelurahan Cawang Gelar Gebyar Posyandu, Balita Dapat Pemeriksaan dan Makanan Bergizi
Ia menambahkan, kebutuhan pemasaran dan akses permodalan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan ekosistem Jakpreneur di Jakarta Timur.
“Bagaimana pemasaran pasti memerlukan seseorang untuk bisa memasarkan. Bagaimana untuk menambah modal pasti memerlukan sumber-sumber yang bisa mendatangkan permodalan. Nah, ini semuanya sudah mulai dijalankan di Jakarta Timur dan mudah-mudahan akan semakin berkembang,” katanya.
Selain memberikan pelatihan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur juga menyiapkan dukungan lanjutan agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata dalam pengembangan usaha mereka.