WahanaNews.co | Hui Ka Yan, pendiri perusahaan properti China Evergrande, kehilangan harta 93 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Ia sempat menjadi orang terkaya kedua di Asia dengan kekayaan US$42 miliar atau Rp648,7 triliun (kurs Rp15.091 per dolar AS). Namun, Bloomberg Billionaires Index kini mencatat hartanya susut menjadi US$3 miliar atau Rp45,2 triliun.
Baca Juga:
Kementerian P2MI Terima Pemulangan Lima Jenazah PMI Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong
Artinya, harta Hui Ka Yan menguap sekitar Rp603,5 triliun.
Melansir CNN, Jumat (20/1), beberapa tahun terakhir menjadi tahun yang kurang bagus bagi orang super kaya di China, terutama yang kekayaannya bersumber dari pasar properti.
Sementara, Evergrande adalah pengembang properti dengan utang paling banyak di China di mana liabilitasnya mencapai US$300 miliar. Perusahaan tersebut juga telah menjadi pusat masalah real estat China sejak 2021.
Baca Juga:
14 WNI di Hong Kong Terlibat Pencucian Uang, Kemlu RI Buka Suara
Hui Ka Yan atau yang dikenal juga sebagai Xu Jiayin dalam bahasa Mandarin, telah menggunakan kekayaan pribadinya untuk menopang perusahaan dengan menjual rumah dan jet pribadinya.
Namun, hal itu tetap saja tidak bisa menolong Evergrande yang kemudian membayar obligasi dolar AS pada Desember 2021, setelah berjuang selama berbulan-bulan untuk mengumpulkan uang tunai untuk membayar kreditur, pemasok, dan investor.
Tahun lalu, perusahaan juga gagal menyampaikan rencana awal restrukturisasi utangnya yang menyebabkan kekhawatiran lebih lanjut tentang masa depannya.