Kinerja penjaminan KUR juga tercatat solid, dengan cakupan penjaminan mencapai 70 persen dari total portofolio. Indikator risiko berada dalam kondisi terkendali, antara lain rasio klaim sebesar 62,8 persen, Non-performing Guarantee (NPG) 2,8 persen, serta recovery rate 27,8 persen.
Sebagai bagian dari respons kebijakan, pemerintah juga mengimplementasikan KUR pascabencana melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 2 Tahun 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu pemulihan UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi dan Efisiensi di Berbagai Sektor
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memberikan berbagai relaksasi, seperti perpanjangan tenor, masa tenggang (grace period), serta subsidi bunga hingga suku bunga efektif menjadi nol persen pada 2026 dan tiga persen pada 2027. Selain itu, akses pembiayaan baru juga dipermudah melalui pelonggaran persyaratan administratif.
Hingga saat ini, penyaluran KUR di tiga provinsi tersebut mencapai Rp6,04 triliun kepada lebih dari 93 ribu debitur. Capaian ini menunjukkan stabilitas kinerja meski berada dalam kondisi pascabencana.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi antara pembiayaan UMKM melalui KUR dengan program prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta rumah, serta penciptaan wirausaha baru dan lapangan kerja.
Baca Juga:
Indonesia Raih Pengecualian Tarif AS dan Buka Akses Pasar Eurasia
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efek pengganda terhadap konsumsi dan investasi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program perlindungan sosial dan stimulus fiskal.
Melalui pendekatan kebijakan yang terintegrasi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan produktivitas UMKM. Dengan dukungan sistem penjaminan yang kuat dan sinergi lintas sektor, UMKM diharapkan terus menjadi fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya saing.
[Redaktur: Jupriadi]