WahanaNews.co, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat intermediasi dan sinergi lintas sektor guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Langkah ini ditempuh melalui koordinasi kebijakan yang terpadu serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, dengan harapan mampu mendorong pembiayaan sektor riil secara inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga:
Pemerintah Dorong Investasi Terencana untuk Perkuat Ketahanan Pasar Modal
“Puji syukur kehadirat Allah SWT karena izinnya kita hadir dalam forum yang membahagiakan dan membanggakan ini, yaitu terselenggaranya Program Percepatan Intermediasi Indonesia atau PINISI sebagai wujud sinergi lintas lembaga untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) merupakan inisiatif strategis yang berfokus pada komunikasi dan koordinasi kebijakan makroprudensial. Program ini bertujuan mempercepat intermediasi yang optimal, seimbang, dan inklusif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui PINISI, pemerintah berharap dapat memperkuat kolaborasi antar lembaga sekaligus membangun optimisme dunia usaha. Program ini juga menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengatasi hambatan penyaluran pembiayaan dan mendukung sektor riil.
Baca Juga:
Siapa Dila Pemilik Gudang Diduga Menjadi Tempat Over Tap BBM Ilegal di Baganpete
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan pentingnya penguatan sinergi antarotoritas untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran terus dioptimalkan untuk mendukung intermediasi pembiayaan.
Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Fundamental ekonomi yang terjaga, konsumsi domestik yang solid, serta stabilitas sistem keuangan menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan.
Pemerintah juga terus mendorong akselerasi pada sektor prioritas seperti hilirisasi, ketahanan pangan, manufaktur, dan ekonomi digital. Dalam konteks ini, penguatan intermediasi sektor jasa keuangan dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan produktif, terutama bagi UMKM dan sektor bernilai tambah tinggi.