WAHANANEWS.CO, Jakarta – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif penguatan peran BUMN sektor industri manufaktur dan kesehatan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam mendukung agenda hilirisasi dan transformasi struktural menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan arah kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai menempatkan industri strategis sebagai tulang punggung kemandirian ekonomi nasional.
Baca Juga:
Prabowo Tiba di Jawa Tengah, Tinjau Pengelolaan Sampah hingga Proyek Hilirisasi
“Kalau kita ingin melompat ke ekonomi kelas atas, tidak ada jalan lain selain memperkuat industri manufaktur dan farmasi secara serius, terintegrasi dari hulu sampai hilir,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Ia melihat momentum saat ini sangat tepat, mengingat kondisi ekonomi Indonesia masih cukup solid dengan pertumbuhan yang stabil serta sektor manufaktur yang terus berada dalam zona ekspansi.
“Data menunjukkan fondasi kita kuat, tinggal bagaimana kebijakan ini dieksekusi dengan disiplin dan konsisten agar menghasilkan dampak nyata,” katanya.
Baca Juga:
Geopolitik Memanas, Danantara Justru Agresif Ekspansi Investasi
Menurut Tohom, hilirisasi bukan hanya soal meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga menciptakan ekosistem industri yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan investasi, dan memperkuat daya saing global.
Ia menilai peran BUMN harus lebih agresif sebagai anchor industry yang menggerakkan sektor swasta dan UMKM dalam rantai pasok nasional.
“BUMN tidak boleh lagi hanya menjadi operator, tetapi harus menjadi orkestrator ekosistem industri. Mereka harus memimpin inovasi, transfer teknologi, dan memastikan industrialisasi berjalan merata hingga daerah,” ucapnya.