WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) kembali menggelar ajang lari tahunan PLN Electric Run 2026 sebagai bagian dari kampanye nasional untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya transisi energi menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, event ini mengusung tema "Powering Our Green Future" dan menargetkan partisipasi sebanyak 8.000 pelari yang akan berlaga di kategori 5K, 10K, dan Half Marathon.
Baca Juga:
PLN Electric Run 2026 Siap Digelar, Targetkan 8.000 Pelari untuk Kampanye Transisi Energi
Kompetisi lari tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026 di kawasan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.
Selain menjadi ajang olahraga, PLN Electric Run juga menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan percepatan transisi energi di Indonesia.
Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, saat agenda Launching dan Press Conference PLN Electric Run 2026 di Jakarta, Sabtu (25/7/2025), mengatakan bahwa penyelenggaraan event ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam perjalanan menuju energi bersih.
Baca Juga:
Investor Global Berebut Proyek PSEL, PLN Jamin Serap Listrik Lewat Kontrak 30 Tahun
Para peserta memadati garis start sebelum flag off PLN Electric Run 2025 di kawasan Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang tahun lalu. Pada gelaran tersebut, lebih dari 7.500 peserta yang terbagi dalam 3 kategori, yakni 5K, 10K, dan half marathon ikut dalam ajang lari tahunan ramah lingkungan ini.
"Transisi energi tidak dapat dilakukan oleh PLN sendirian. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat. Karena itu, PLN Electric Run kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam perjalanan menuju energi bersih melalui langkah sederhana, yaitu berlari bersama," ujar Yusuf Didi.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, menambahkan bahwa PLN Electric Run menjadi salah satu bentuk konsistensi perusahaan dalam mengampanyekan gaya hidup rendah emisi sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Menurutnya, selama empat tahun terakhir PLN terus mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam agenda transisi energi melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Komitmen menuju NZE, kata dia, tidak hanya diwujudkan lewat pembangunan infrastruktur energi bersih, tetapi juga melalui gerakan kolektif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
"Berlari membuat kita lebih sehat sekaligus berkontribusi mengurangi emisi. Inilah wujud nyata bagaimana sustainability dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama," ucapnya.
Fahrur Rozy menjelaskan, dampak lingkungan yang dihasilkan dari penyelenggaraan PLN Electric Run terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Pada pelaksanaan perdana, kegiatan tersebut mampu berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 11.880 kilogram (kg) CO₂, kemudian meningkat menjadi 14.363 kg CO₂ pada tahun kedua, dan mencapai 21.812 kg CO₂ pada penyelenggaraan tahun ketiga.
Dengan target sebanyak 8.000 peserta pada tahun ini, PLN memperkirakan potensi pengurangan emisi karbon dapat mencapai sekitar 24.780 kilogram CO₂, sekaligus memperluas dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
"Dengan target 8.000 peserta pada tahun ini, kami memperkirakan kontribusi pengurangan emisi akan mencapai sekitar 24.780 kilogram CO₂. Namun, dampak PLN Electric Run tidak berhenti pada aspek lingkungannya saja,” ujar Fahrur Rozy.
Tak hanya berfokus pada pengurangan emisi, PLN juga kembali menggandeng Rekosistem sebagai sustainable partner untuk mendukung pengelolaan sampah selama rangkaian kegiatan, mulai dari peluncuran hingga berakhirnya acara.
Kerja sama tersebut mencakup aktivasi, pemilahan, serta pengolahan sampah agar memberikan dampak yang terukur terhadap lingkungan.
Selain itu, PLN turut menghadirkan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), di antaranya pemberian kendaraan listrik kepada perempuan inspiratif, serta menyediakan beragam hadiah berupa kendaraan listrik dan paket elektrifikasi rumah tangga sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan gaya hidup hijau.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem registrasi yang lebih praktis melalui aplikasi PLN Mobile untuk memberikan kemudahan bagi peserta.
Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto (keempat dari kiri memegang bendera) melepas para peserta Shakeout Run dan Fun Walk di PLN Kantor Pusat, Jakarta pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang diikuti oleh komunitas pelari tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Launching PLN Electric Run 2026.
"Pada PLN Electric Run 2026 kami menghadirkan pengalaman registrasi yang semakin mudah melalui berbagai skema, mulai dari Early Bird, Group Registration, General Sale hingga program Spesial Tiket melalui PLN Mobile," ujar Chipta.
Melalui program "Spesial Tiket" di aplikasi PLN Mobile, pelanggan yang melakukan pembelian token listrik minimal Rp50.000 sebanyak delapan kali selama periode 1–26 Juli 2026 berkesempatan memperoleh satu slot gratis untuk mengikuti PLN Electric Run 2026.
Slot tersebut dapat ditukarkan pada pembukaan pendaftaran tanggal 27 Juli 2026.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Tigor Tanjung, memberikan apresiasi terhadap konsistensi PLN dalam menghadirkan ajang lari yang tidak hanya mengedepankan kesehatan masyarakat, tetapi juga membawa pesan kuat mengenai keberlanjutan lingkungan.
"Yang dilakukan PLN sangat luar biasa karena tidak hanya mengajak masyarakat berlari, tetapi juga mengajak mereka menjadi bagian dari masa depan yang lebih hijau. Kami juga mengapresiasi komitmen PLN yang terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan hingga mengajukan World Athletics Label. Ini menunjukkan bahwa PLN Electric Run berkembang menjadi event yang memenuhi standar internasional," ujar Tigor.
Apresiasi serupa juga disampaikan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas sekaligus event organizer, Adi Prinantyo.
Ia menilai PLN Electric Run kini telah berkembang menjadi platform komunikasi publik yang berhasil memadukan olahraga, edukasi mengenai transisi energi, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan kualitas kompetisi yang lebih tinggi dengan dibukanya kategori International Runners serta pengajuan World Athletics Label, sehingga diharapkan mampu menarik lebih banyak peserta, termasuk dari mancanegara.
"Berlari bukan hanya membuat masyarakat lebih sehat, tetapi juga menjadi simbol kontribusi terhadap pengurangan emisi dan implementasi transisi energi.
Dengan dibukanya kategori International Runners serta pengajuan World Athletics Label, penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan standar kompetisi yang lebih tinggi," tutur Adi (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]