WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) bersama pemerintah terus memperkuat komitmen menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari transisi energi menuju masa depan yang lebih andal, bersih, dan terjangkau.
Komitmen ini ditegaskan dalam gelaran Nusantara Energi Forum yang berlangsung di Jakarta, Minggu (24/8/2025).
Baca Juga:
Sepanjang 2025, PLN Salurkan Manfaat TJSL ke 701 Ribu Penerima di 38 Provinsi
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman P Hutajulu menilai bahwa nuklir merupakan energi penyeimbang untuk menjamin keandalan sistem ketenagalistrikan.
Ke depan, ketika masyarakat sudah menerima, regulasi sudah siap, dan teknologi semakin matang, ruang bagi pengembangan nuklir akan semakin besar.
“Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) terbaru yang telah disetujui DPR RI, nuklir ditempatkan sebagai penyeimbang energi,” ungkap Jisman.
Baca Juga:
Dorong Mobilitas Hijau, SPKLU Signature ZORA Hadir dengan Teknologi AI dan Ultra Fast Charging
Sejalan dengan itu, dalam dokumen Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, rencana pembangunan PLTN telah dinyatakan secara eksplisit.
Sesuai RUPTL PLN, dua unit PLTN dengan kapasitas masing-masing 2x250 MW akan dibangun.
Meski demikian, Jisman menekankan bahwa pembangunan PLTN tidak bisa dilakukan tergesa-gesa.