Pemanfaatan listrik melalui program EA dan EM telah diterapkan dalam berbagai kegiatan produktif.
Di sektor pertanian, listrik digunakan untuk mengoperasikan pompa irigasi, mesin penggilingan padi, serta lampu ultraviolet untuk budidaya tanaman.
Baca Juga:
Jumlah SPKLU Tembus 4.655 Unit, PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Pada sektor peternakan, listrik mendukung penggunaan mesin penghangat kandang unggas dan sistem pencahayaan otomatis.
Sementara di sektor perikanan dan kelautan, listrik dimanfaatkan untuk kincir air tambak, fasilitas kapal sandar, hingga mendukung operasional industri galangan kapal.
Tampak udara industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan yang memanfaatkan program _Electrifying Marine_. Seluruh peralatan operasional telah menggunakan listrik dan berhasil menurunkan biaya operasional lebih dari 20% sekaligus mengurangi emisi gas buang di area galangan kapal.
Baca Juga:
Jakarta Electric PLN Mobile Tekuk BJB Tandamata 3-0, Asa Final Four Proliga 2026 Terjaga
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menjelaskan bahwa hingga 2025, total daya listrik terpasang melalui program EA dan EM telah mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA).
Jumlah ini meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4.203 MVA.
Peningkatan kapasitas tersebut turut berdampak pada konsumsi listrik. Sepanjang 2025, konsumsi listrik dari pelanggan EA dan EM mencapai 7,1 terawatt hour (TWh), naik sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,1 TWh.