Hal ini mencerminkan semakin tingginya pemanfaatan listrik untuk mendukung aktivitas di sektor industri primer dan usaha masyarakat.
“Program ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan dukungan listrik yang memadai, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemandirian, sehingga ekosistem pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor kelautan dapat tumbuh secara berkelanjutan,” jelas Adi.
Baca Juga:
Jumlah SPKLU Tembus 4.655 Unit, PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Lebih lanjut, Adi menambahkan bahwa PLN terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperluas program listrik masuk sawah.
Melalui program EA pompanisasi berbasis listrik, para petani dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menghemat biaya produksi, serta meningkatkan intensitas tanam dan hasil panen secara signifikan.
Dampak nyata program ini dirasakan oleh para petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu.
Baca Juga:
Jakarta Electric PLN Mobile Tekuk BJB Tandamata 3-0, Asa Final Four Proliga 2026 Terjaga
Bupati Seluma, Teddy Rahman, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan keterlibatan PLN dalam mendukung sektor pertanian melalui pemanfaatan energi dan teknologi untuk irigasi sawah dan pengolahan hasil tani sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Peternakan bebek di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, yang memanfaatkan program Electrifying Agriculture. Dukungan listrik yang stabil dapat meningkatkan kesehatan dan mempercepat pertumbuhan ternak, serta mengoptimalkan produktivitas telur.
“Program ini bukan hanya soal pasokan listrik, tapi juga tentang bagaimana energi mampu mengubah kehidupan petani kami. Terima kasih PLN yang telah mengambil bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ucap Teddy.