Manfaat serupa juga dirasakan oleh pelaku usaha peternakan. Salah satu peternak bebek yang tergabung dalam Kelompok Tani Sabana Mandiri di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Abdurrahman, mengungkapkan bahwa ketersediaan listrik yang stabil sangat membantu pengelolaan kandang, terutama dalam menjaga suhu ideal bagi bibit bebek.
"Sebelumnya, kami menghadapi banyak kendala dalam mengatur suhu bibit bebek di kandang. Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat. Program PLN ini benar-benar membawa manfaat besar bagi usaha kami," terang Abdurrahman.
Baca Juga:
Jumlah SPKLU Tembus 4.655 Unit, PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Di sektor kelautan, program EM juga memberikan dampak positif bagi industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, Ashawir menuturkan saat ini seluruh peralatan di galangan kapal telah menggunakan listrik.
Penggunaan energi listrik dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan mesin berbahan bakar diesel.
Baca Juga:
Jakarta Electric PLN Mobile Tekuk BJB Tandamata 3-0, Asa Final Four Proliga 2026 Terjaga
“Dengan menggunakan listrik, biaya operasional yang dikeluarkan jauh lebih murah. Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diprediksi hampir mencapai satu miliar per tahun, namun jika menggunakan listrik hanya sekitar Rp 730 juta per tahun,” tutup Ashawir.
Dengan pertumbuhan pelanggan yang signifikan serta dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, program Electrifying Agriculture dan Electrifying Marine menjadi bukti komitmen PLN dalam mempercepat elektrifikasi sektor produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]