WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT PLN (Persero) menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kali ini, PLN menyalurkan bantuan berupa alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI) kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Baca Juga:
Kemdiktisaintek dan PLN Bersinergi Kembangkan Energi Surya untuk Masa Depan
Program ini dirancang untuk memperkuat layanan kesehatan ibu hamil, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan medis, sekaligus mendukung upaya nasional dalam menekan angka kematian ibu (AKI).
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan AKI secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Suasana agenda Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (22/04/2026).
Baca Juga:
Lewat Srikandi Movement, PLN Perluas Peran Perempuan dalam Pembangunan Sosial dan Ekonomi
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pemerintah berupaya menurunkan angka kematian ibu dari 140 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu lima tahun.
Salah satu faktor utama penyebab tingginya angka kematian ibu adalah preeklamsia dan eklamsia, yang menyumbang sekitar 25 persen dari total kasus.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong transformasi sistem kesehatan, termasuk memperluas akses terhadap deteksi dini melalui pemanfaatan teknologi dan distribusi alat kesehatan ke berbagai fasilitas layanan dasar.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya pada agenda Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (22/04/2026), menyampaikan bahwa salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia dan eklamsia yang berkontribusi sekitar 25% dari total kasus. Oleh karena itu, pemerintah mendorong transformasi sistem kesehatan, termasuk pemerataan akses deteksi dini melalui distribusi alat kesehatan.
“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai 40. Kita harus berani menetapkan target ambisius dan bekerja lebih keras, lebih cerdas, serta lebih tepat,” ujar Budi dalam sambutannya pada agenda Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (22/04/2026).
Dukungan PLN ini pun mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Agus Dinar, menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan sangat membantu peningkatan layanan kesehatan di wilayahnya, khususnya di Puskesmas Cikelet.
"Jadi sekali lagi terima kasih sudah men-support-kan alat kepada kami. Tentunya alat ini akan kami gunakan baik itu di puskesmas itu sendiri, juga kami akan gunakan untuk mobile kunjungan dari rumah ke rumah. Mudah-mudahan alat ini tentunya akan menjadi support peningkatan optimisasi pelayanan screening preeklamsia di Kabupaten Garut," kata Agus.
Selain digunakan di fasilitas kesehatan, alat ini juga akan dimanfaatkan untuk layanan jemput bola melalui kunjungan tenaga kesehatan ke rumah-rumah warga, sehingga deteksi dini risiko kehamilan dapat dilakukan secara lebih luas dan merata.
Secara terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor kesehatan.
PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga berupaya memberikan dampak sosial yang nyata melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil menggunakan alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI).
“Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui layanan kelistrikan, tetapi juga melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan mendorong peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi ibu hamil, melalui akses terhadap layanan kesehatan yang lebih merata dan berbasis teknologi," tutur Darmawan.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Electricity Services yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Srikandi PLN, Susiana Mutia, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga terkait kehidupan sehat dan sejahtera.
Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk mengingat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan.
Kisah Kartini yang wafat usai melahirkan, yang diduga akibat preeklamsia, menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan kesehatan bagi perempuan, terutama selama masa kehamilan.
“Kami mendorong lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat melalui dukungan bagi perempuan, khususnya ibu hamil. Deteksi dini risiko kehamilan di layanan kesehatan dasar diharapkan memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkas Susiana (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]