Ia menegaskan bahwa konsep keberlanjutan atau sustainability saat ini bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
“Sustainability bukan sekadar biaya tambahan, tetapi bagian dari efisiensi dan investasi masa depan perusahaan,” tambah Andi.
Baca Juga:
Kunjungan ke Bali, BAKN Tekankan Penguatan Energi Hijau dan Digitalisasi Listrik
Sementara itu, Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN, Khairullah menjelaskan bahwa implementasi program Smart & Green Building dilakukan melalui kolaborasi antar entitas di lingkungan PLN Group.
Dalam pelaksanaannya, PLN Icon Plus bersama Dana Pensiun PLN berperan sebagai building management provider dengan skema managed service.
“Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi di 10 gedung, termasuk Gedung Trapesium Kantor Pusat PLN yang telah beroperasi dengan PLTS Atap dan Energy Management System terintegrasi,” ujar Khairullah.
Baca Juga:
Dari Pegunungan Papua, Kopi Tiom Tembus Pasar Nasional Berkat Dukungan PLN
Pada fase awal pengembangan, PLN menargetkan pemasangan PLTS Atap dengan total kapasitas mencapai 1.100 kWp serta pemasangan 471 unit IoT Smart AC yang terhubung dengan sistem pemantauan energi digital.
Selain itu, PLN juga telah melakukan pemetaan terhadap sekitar 400 gedung yang dinilai potensial untuk pemasangan PLTS Atap dari total 1.300 gedung yang dikelola perusahaan di berbagai wilayah Indonesia.
“Dalam roadmap 2026–2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak (MWp), penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC, serta kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent,” tutup Khairullah.