WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Makassar sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung program Kampung Siaga Bencana.
Penghargaan tersebut diberikan atas pelaksanaan program Katimbang Siaga Bencana yang berlangsung di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.
Baca Juga:
Gandeng Produsen Batu Bara, PLN Akselerasi Transformasi Tambang Berbasis Energi Bersih
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kepada General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha.
Momen tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan Apel Pengukuhan dan Simulasi Uji Standar Operasional Prosedur (SOP) Kampung Siaga Bencana yang digelar pada Senin (13/4/2026) di Anjungan MNEK, Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kepada General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha.
Baca Juga:
Dukung Aktivitas WFH, PLN Tawarkan Promo Tambah Daya Listrik Setengah Harga
Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas keterlibatan aktif PLN UIP Sulawesi dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, khususnya banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Makassar.
Sejak mulai dijalankan pada Desember 2025, program Katimbang Siaga Bencana telah menghadirkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat.
Di antaranya adalah pembentukan Komunitas Siaga Bencana (KSB), penyusunan SOP tanggap darurat yang terstruktur, hingga penyediaan beragam sarana dan prasarana pendukung kebencanaan.
Fasilitas yang disiapkan meliputi alat pelindung diri, perlengkapan dapur umum, perahu karet dan perahu fiber untuk evakuasi, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi pengungsi.
Tak hanya itu, sebagai bagian dari upaya mitigasi berbasis lingkungan, PLN UIP Sulawesi juga melakukan penanaman sebanyak 400 pohon.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (topi merah) dan General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha (kemeja putih) saat rangkaian kegiatan Apel Pengukuhan dan Simulasi Uji SOP Kampung Siaga Bencana yang digelar pada Senin (13/4/2026) di Anjungan MNEK, Kawasan CPI Makassar.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya serap air di kawasan tersebut sekaligus mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun terjadi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam memperkuat program Kampung Siaga Bencana.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk PLN UIP Sulawesi. Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang, karena itu kesiapsiagaan menjadi sangat penting. Semoga kelompok ini dapat menjadi garda terdepan yang tangguh dan sigap saat dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi PLN untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (topi merah) dan General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha (kemeja putih) saat rangkaian kegiatan Apel Pengukuhan dan Simulasi Uji SOP Kampung Siaga Bencana yang digelar pada Senin (13/4/2026) di Anjungan MNEK, Kawasan CPI Makassar.
“Melalui program Katimbang Siaga Bencana, PLN tidak hanya menghadirkan dukungan sarana dan prasarana, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi kondisi darurat. Kami berharap seluruh bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, PLN UIP Sulawesi menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keselamatan, peningkatan ketangguhan menghadapi bencana, serta keberlanjutan lingkungan.
Hal ini sejalan dengan upaya bersama dalam mewujudkan pembangunan kota yang lebih adaptif dan tangguh terhadap berbagai potensi risiko bencana (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]