WAHANANEWS.CO, Jakarta - Konflik global dan gangguan rantai pasok memang berada di luar kendali masyarakat biasa, tetapi para ahli menilai rumah tangga tetap bisa mengambil langkah sederhana agar tekanan terhadap keuangan keluarga tidak semakin berat.
Para ekonom dan pemerhati konsumen di Malaysia mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi potensi kenaikan harga barang akibat konflik global maupun gangguan pasokan.
Baca Juga:
PLN WATCH Desak Presiden Prabowo Pastikan Pasokan Batubara dan BBM Pembangkit Hindari Blackout
Mereka menilai aksi borong barang secara berlebihan justru dapat menciptakan lonjakan permintaan sementara yang tidak sehat dan mendorong kenaikan harga dalam jangka pendek.
“Panic buying hanya akan menghasilkan lonjakan buatan pada permintaan jangka pendek yang bersifat lokal dan memicu kenaikan harga segera,” kata Wakil Presiden Federation of Malaysian Consumers Association (Fomca), Datuk Indrani Thuraisingham.
Pandangan serupa disampaikan Profesor Ekonomi Sunway University Dr Yeah Kim Leng yang menilai masyarakat tidak perlu menimbun barang karena rantai pasok Malaysia relatif lebih tangguh dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan.
Baca Juga:
Sampah Meluber di TPS Rusun Waduk Pluit Viral, Pramono Targetkan Beres dalam 10 Hari
Menurut Yeah, respons paling masuk akal bagi rumah tangga adalah mengurangi konsumsi yang tidak perlu dan menggunakan sumber daya secara lebih hemat.
“Memangkas konsumsi jelas menjadi respons utama dari sisi permintaan untuk menghadapi kekurangan pasokan, terutama ketika barang pengganti tidak tersedia,” ujar Yeah.
Sementara itu, Chief Executive Officer Centre for Market Education Carmelo Ferlito menilai sikap hati-hati jauh lebih penting dibandingkan kepanikan.