"Pergerakan kapal LPG terus kami atur menyesuaikan kebutuhan di berbagai wilayah. Armada seperti MT Gas Attaka menjadi bagian dari sistem distribusi yang menghubungkan titik suplai hingga ke terminal distribusi, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses," ungkap Arif dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, distribusi energi merupakan sistem yang saling terhubung, sehingga keseimbangan antara pasokan dan konsumsi menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran penyaluran.
Baca Juga:
Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026 Tidak Benar
Sejalan dengan hal tersebut, Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak dan sesuai kebutuhan, sehingga distribusi dapat berjalan lebih merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Seluruh operasional kapal LPG dijalankan dengan standar HSSE (Health, Safety, Security & Environment) yang ketat untuk memastikan keselamatan pelayaran sekaligus mendukung keandalan distribusi energi.
Dukungan ini diperkuat oleh armada kapal milik dan kapal charter, dengan 9 kapal LPG milik, serta lebih dari 30 kapal charter yang beroperasi untuk menjangkau berbagai wilayah.
Baca Juga:
IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra
Melalui pergerakan armada yang terus beroperasi di berbagai rute, Pertamina Patra Niaga terus mendukung distribusi LPG agar dapat menjangkau wilayah-wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam di Indonesia.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.