WahanaNews.co, Jeddah - Produk herbal Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Kali ini, produsen herbal nasional PT Dami Sariwana berhasil mengamankan kesepakatan bisnis ekspor perdana ke Arab Saudi senilai Rp2,5 miliar melalui kerja sama dengan perusahaan distributor setempat, Al Itholah Trading.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Agreement (LoA) yang berlangsung di Gedung Pelayanan Terpadu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Senin (15/6).
Baca Juga:
Harga Patokan Ekspor Emas Turun 3,51 Persen pada Periode Kedua Juni 2026
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dami Sariwana, Taswan Wimala Putra, dan pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin.
Prosesi tersebut turut disaksikan Koordinator Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah Joneri Alimin serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Sugih Rahmansyah.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menilai keberhasilan ekspor perdana ini menjadi bukti besarnya peluang produk herbal Indonesia untuk bersaing di pasar global, khususnya kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp19 Miliar dari Dua Pameran Internasional di Malaysia
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap pengiriman perdana ini dapat membuka peluang yang lebih luas bagi peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah,” ujar Puntodewi dalam keterangannya dari Jakarta.
Menurut Puntodewi, capaian tersebut juga menjadi bukti keberhasilan program pembinaan eksportir yang dijalankan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPSDMEJP) Kemendag.
“Program pendampingan yang dilakukan Kemendag terbukti mampu melahirkan eksportir yang siap bersaing di pasar yang kompetitif seperti Timur Tengah. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat posisi produk herbal Indonesia di pasar internasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat Arab Saudi terhadap gaya hidup sehat menjadi peluang besar bagi produk herbal Indonesia untuk masuk dan berkembang di negara tersebut.
Untuk memastikan keberlanjutan kerja sama, ITPC Jeddah melakukan verifikasi terhadap kredibilitas importir sebelum penandatanganan kerja sama dilakukan.
“Langkah ini penting untuk memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia dan memastikan mitra usaha memiliki kredibilitas yang baik. Kami berkomitmen mengawal proses ini agar pengiriman perdana berjalan lancar. Terlebih, mitra di Arab Saudi telah menyatakan komitmennya untuk melakukan pemesanan lanjutan apabila produk diterima dengan baik oleh pasar,” ujar Bagas.
Dalam kerja sama tersebut, PT Dami Sariwana akan mengekspor tiga produk herbal unggulan, yakni suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, dan produk pelangsing tubuh.
Pada tahap awal, pengiriman akan dilakukan sebanyak satu kontainer yang dijadwalkan berangkat pada Juli mendatang setelah memenuhi seluruh persyaratan dan standar dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
PT Dami Sariwana merupakan produsen produk kesehatan berbahan alami yang berbasis di Serpong, Tangerang, dan merupakan salah satu perusahaan binaan PPSDMEJP Kemendag.
Taswan Wimala Putra menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan ITPC Jeddah dalam membantu perusahaan menembus pasar Arab Saudi.
“Kami berharap keberhasilan ini menjadi pintu masuk strategis bagi produk-produk kami untuk menjangkau pasar yang lebih luas di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya,” kata Taswan.
Di sisi lain, Al Itholah Trading akan berperan sebagai mitra distribusi yang menangani jaringan logistik, pemenuhan regulasi otoritas pangan dan obat-obatan setempat, serta strategi pemasaran produk di pasar ritel Arab Saudi.
Pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, menilai produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang kompetitif dan berpotensi diterima secara luas oleh konsumen Timur Tengah.
“Target pasar kami tidak hanya Arab Saudi, tetapi juga akan diperluas hingga Sudan. Saat ini kami bahkan telah menyiapkan area khusus untuk menampilkan produk-produk PT Dami Sariwana di jaringan outlet kami agar dapat langsung menarik perhatian konsumen,” ujar Nassrudin.
Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dan Arab Saudi, khususnya pada sektor nonmigas. Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan nonmigas kedua negara pada Januari–April 2026 mencapai USD 1,02 miliar.
Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar USD 675,80 juta, sementara impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi mencapai USD 345,90 juta. Indonesia membukukan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 329,90 juta.
Adapun sepanjang 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi mencapai USD 3,94 miliar. Nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD 2,88 miliar, sedangkan impor nonmigas dari Arab Saudi sebesar USD 1,06 miliar. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 1,82 miliar terhadap Arab Saudi.
[Redaktur: Jupriadi]