Keikutsertaan Triton dalam Arab Health 2023 tersebut memberikan dorongan semangat bagi Triton untuk terus membawa nama baik Indonesia ke kancah dunia sebagai produsen benang bedah halal yang berkualitas dengan line up produk terlengkap di Indonesia dan salah satu produsen dengan tingkat kandungan dalam negeri atau local content di atas 40 persen untuk mendukung upaya mencapai ketahanan kesehatan Indonesia melalui kemandirian produksi alat kesehatan nasional.
“Pabrik PT. Triton Manufactures yang menempati lahan seluas 12.500 m2 di Kawasan Industri Sentul, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diresmikan tanggal 19 September 2015 oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M (K),” Mario menambahkan.
Baca Juga:
Luhut Sindir Para Pengamat yang Tak Punya Data: Jangan Terlalu Cerewet!
“Triton selalu berkomitmen untuk terus membantu pemerintah mencapai target Program Indonesia Sehat 2025, dengan mengutamakan kepuasan pelanggan dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik,” tandasnya.
Selain itu, Mario juga mengatakan, kualitas adalah prioritas utama, sehingga PT Triton Manufactures telah memperoleh ISO 13485, TKDN lebih dari 40 persen serta Sertifikasi Halal.
Sertifikat Halal ini merupakan syarat untuk mendapatkan izin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang.
Baca Juga:
Indonesia dan Demcon Macawi Belanda Bersatu, Produksi Ventilator Teknologi Tinggi
Hal ini, lanjut Mario, tentunya akan memberikan rasa aman bagi pasien yang harus memenuhi persyaratan kewajiban agamanya.
Dan, hal ini menjadi solusi bagi kebutuhan pasar internasional, terutama negara-negara di Timur Tengah dan Afrika.
“Mutu produk melalui sertifikasi proses produksi, di mana Triton telah mendapatkan sertifikasi CPAKB, yang merupakan suatu sertifikasi yang dikeluarkan dari Kemenkes-RI sebagai acuan bagi sarana produksi alat kesehatan untuk dapat menerapkan sistem manajemen mutu dalam pembuatan alat kesehatan,” pungkas Mario. [sdy]