Sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain mengenakan biaya tambahan yang cukup besar kepada konsumen maupun mitra.
Namun, proyeksi internal perusahaan memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menekan permintaan (demand destruction), mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai semakin menantang, menyusutnya kelas menengah, serta preferensi konsumen terhadap harga yang lebih murah.
Baca Juga:
Status Ideal Pengemudi Ojek Online: Mitra Independen atau Karyawan Terikat Penuh?
Selain itu, salah satu opsi terakhir yang dikabarkan turut dibahas adalah pengurangan sebagian operasi (partial drawdown) hingga kemungkinan Grab keluar dari pasar layanan ride-hailing di Indonesia.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.