WahanaNews.co | Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan metrologi legal di Indonesia harus terus berinovasi untuk menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Konsumen harus mendapatkan barang yang bermutu, tepat ukuran dan timbangan serta harga yang tepat.
Demikian ditegaskan Wamendag Jerry pada puncak peringatan Hari Metrologi Sedunia (World Metrology Day) 2023 yang bertepatan dengan 100 tahun Metrologi Legal di Indonesia yang bertempat di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (23/5).
Baca Juga:
Ketahanan Pangan Jelang Idul Fitri 1446 Hijriah, Kepulauan Seribu Panen 700 Ekor Ikan Kerapu
Peringatan ini diselenggarakan Direktorat Metrologi Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan dengan tema ‘Metrologi Mendukung Ketahanan Pangan’.
“Perlindungan konsumen dan tertib niaga menjadi tujuan akhir penyelenggaraan kegiatan metrologi legal di Indonesia. Dengan momen seabad metrologi legal di Indonesia, akan menjadi momentum untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan metrologi legal khususnya menjaga ketahanan pangan agar konsumen Indonesia memperoleh barang/komoditas yang bermutu, tepat ukuran/takaran, dan harga yang tepat. Tertib ukur wujud perdagangan yang adil dan berdaya saing,” ujar Wamendag Jerry.
Dalam konteks ketahanan pangan, lanjut Wamendag Jerry, metrologi memberikan kerangka regulasi, baik standar maupun persyaratan teknis yang diperlukan untuk memastikan kualitas produk komoditas pangan dan proses pengukuran yang terlibat di dalamnya.
Baca Juga:
Penguatan Ketahanan Pangan & Peningkatan Produktivitas Pertanian Harus Terus
Antara lain dalam proses produksi, penyimpanan dan distribusi sesuai persyaratan yang ditetapkan, penggunaan alat ukur, alat takar, alat timbang, dan alat perlengkapan lainnya yang tepat.
Plt Dirjen PKTN Moga Simatupang menambahkan, dalam proses produksi, metrologi digunakan untuk mengukur dan memantau berbagai parameter yang memengaruhi kualitas dan keamanan pangan. Beberapa parameter ini termasuk kadar air, pH, kandungan gizi, kontaminan, residu pestisida, dan mikroba patogenik.
“Hal tersebut diukur untuk memastikan pemenuhan regulasi, konsistensi produk, masa simpan, serta cita rasa. Pengukuran yang akurat dan terpercaya dalam hal-hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa produk pangan memenuhi standar keamanan dan kualitas yang diterapkan,” ujar Moga.