WAHANANEWS.CO, Jakarta - Konsumen di Indonesia dihadapkan pada fakta mengejutkan. Beras yang selama ini dibeli di minimarket hingga pusat perbelanjaan, ternyata banyak yang tidak sesuai standar mutu dan takaran.
Praktik oplosan terindikasi terjadi secara masif, merugikan konsumen dan melemahkan kepercayaan terhadap pasar beras nasional.
Baca Juga:
Pasokan Beras Medium di Pasar Tradisional Lebak Stabil Usai Kasus Oplosan
Satgas Pangan Polri menemukan adanya peredaran 13 merek beras oplosan di pasaran.
Temuan ini berasal dari hasil pemeriksaan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri terhadap sejumlah produsen dan distributor besar.
“Betul, masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Dirtipideksus Brigjen Helfi Assegaf kepada wartawan, Jumat (11/7/2025).
Baca Juga:
Melihat Nasib Konsumen di HUT RI ke-80: Belum Merdeka
Merek-merek yang masuk dalam daftar temuan di antaranya Sania, Sovia, Fortune, dan Siip yang diproduksi Wilmar Group. Lalu, ada juga merek seperti Beras Premium Setra Ramos, Food Station, Setra Pulen, dan Ramos Premium buatan Food Station Tjipinang Jaya.
Selain itu, terdapat Raja Platinum dan Raja Ultima produksi PT Belitang Panen Raya, serta merek Ayana milik PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).
Perusahaan-perusahaan yang kini tengah dimintai keterangan oleh penyidik antara lain Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari.